Sunday, January 15, 2006

Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Kisah bagian 1

Tahun 1985. jangan berpikir bahwa sudah banyak sedan-sedan berkeliaran, jangan berpikir ada banyak motor Honda Supra X 125cc lalu lalang, apalagi wanita-wanita cantik berada. Tahun itu merupakan tahun yang sangat diridhai oleh Allah karena pada tahun itu lahirlah seorang anak yang tak disangka akan lahir premature.

Tahun 1985, jalan-jalan masih becek tak teraspal, berlubang, tapi tak pernah kita lihat sampah berserakan. Sungai depan rumah pun masih jernih dengan air yang memancar seakan berkata “minumlah aku” meskipun tetap harus dimasak juga sih, jalan-jalan mana ada yang macet, angkot harganya masih 50 perak, permen pun 25 perak dapet 4, anak-anak masih bisa maen “ucing sumput”, bahkan surabi di pagi hari masih terasa nikmat nan luar biasa.

Anak yang lahir premature rupanya diberi ukuran yang memang semestinya “kecil”, kan kurang 2 bulan. Melewati harinya di rumah sakit di dalam inkubator tapi tetep sehat juga buktinya sekarang masih hidup. Dia lewati hari-harinya bersama orangtua tercinta walaupun kadang-kadang didampingi Nenek dan satu dua orang pembantu yang gonta-ganti habisnya ngak kuat ngurus anak rewel semata wayang. Nah dimulailah kisah dari si anak premature ini. (jreng….jreng…….).

Tak terasa 4 tahun telah terlewati dan ….. bersambung……………….

Thursday, January 12, 2006

13 Januari 2006

Ini baru percobaan.....
Istilah na mah kalo di program...



selesei.......